Pentingnya Penggunaan Bahasa Indonesia yang Baik dan Benar

Pentingnya Penggunaan Bahasa Indonesia yang Baik dan Benar


By: Lam Nur Andayani

 


 

Bahasa adalah alat yang digunakan oleh kelompok sosial untuk melakukan proses komunikasi, interaksi dan identitas diri. Bahasa dapat mengarahkan kita melalui ruang dan waktu. Dengan adanya bahasa bisa membantu kita untuk mempelajari berbagai macam hal. Bahasa adalah alat pengenal diri yang digunakan sebagai alat komunikasi antar individu. Indonesia ialah bahasa persatuan. Indonesia terdiri dari 17.000 pulau dan sekitar 718 bahasa daerah. Sebelum bahasa Indonesia ditetapkan sebagai bahasa nasional, masyarakat Indonesia berkomunikasi dengan bahasa daerahnya masing - masing yang diwariskan dari zaman duhulu Bangsa Indonesia menjadi salah satu bahasa pemersatu antar daerah yang memiliki bahasa yang bervariasi sehingga dapat memberikan efektivitas dalam kemudahan berkomunikasi.

Bahasa Indonesia sangat berkaitan dengan masyarakat karena dalam bahasa ini memprerioritaskan sikap cinta tanah air dan menghormati tanah air serta tidak ada perbedaan dalam berkomunikasi. Bahasa memberikan fasilitas komunikasi dari semua aktivitas kita. Sebagai makhluk yang selalu membutuhkan orang lain, manusia tidak bisa terhindar dari komunikasi. Komunikasi adalah suatu tindakan yang dilakukan dengan tujuan memahami maksud dari informasi yang diberikan oleh orang lain. Sebagai warga negara Indonesia sebaiknya menggunakan bahasa Indonesia yang benar untuk mewujudkan persatuan dan kesatuan bangsa. Bahasa Indonesia menjadi salah satu identitas dan menjadi sebuah perantara dalam berkomunikasi. Oleh karena itu ada baiknya jika Anda menguasai bahasa Indonesia setelah SMA atau setidaknya memiliki pengetahuan bahasa Indonesia yang cukup. Namun pada kenyataannya masih ada beberapa siswa yang dapat berbahasa Indonesia secara utuh.

 

Pentingnya Penggunaan Bahasa Indonesia yang Baik dan Benar Sebagai Mahasiswa dan Guru

Sebagai Mahasiswa

Bahasa Indonesia diajarkan mulai dari SD, SMP, dan SMA. Maka dari itu ada baiknya jika anak sekolahan dapat menguasai bahasa Indonesia. Setidaknya setelah jenjang SMA telah memiliki pengetahuan bahasa Indonesia yang mencukupi (Widi, 2014) Namun pada kenyataannya masih ada beberapa siswa yang dapat berbahasa Indonesia secara utuh. Di universitas kita belajar bahasa Indonesia, tapi kita harus menjaganya. Ini membutuhkan banyak pengaruh budaya muda dan asing yang cenderung mempengaruhi pikiran generasi muda. Selain itu, Bahasa Indonesia sangat perlu untuk dijadikan bahan ajar di universitas karena setiap mahasiswa di universitas tersebut biasanya datang dari berbagai penjuru daerah di Indonesia. Kemudian bahasa Indonesia berfungsi sebagai pedoman dalam menyusun dan penggunaan tata bahasa yang baik dan benar dalam komunikasi ilmiah. (disertasi, tesis, disertasi, dll). Selain itu, pembelajaran bahasa Indonesia di perguruan tinggi bagi mahasiswa sama halnya dengan pembelajaran bahasa Indonesia. di SMA, tetapi percakapan di perguruan tinggi lebih spesifik dan mendalam, dan sebagian besar siswa masih ingin belajar bahasa Indonesia karena mereka dapat berbicara bahasa dengan baik dan benar.

Karena masih banyak kesalahan pada penulisan bahasa, Dirjen Depdiknas RI memutuskan untuk memasukkan bahasa Indonesia sebagai salah satu mata kuliah wajib di semua perguruan tinggi dan semua jurusan. Hal ini bertujuan untuk memperbaiki kualitas berbahasa dan mengembangkan kepribadian para pelajar. Kita sebagai Warga Negara Indonesia (WNI) diharuskan untuk memiliki kecakapan dalam menggunakan bahasa Indonesia dengan sesuai kaidahnya agar keaslian bahasa Indonesia tetap dapat dijaga. Pekerjaan akademik sering dilakukan di universitas. Mahasiswa bukan hanya membuat artikel ilmiah, tetapi juga berbagai macam bentuk karya tulis lainnya. Dalam mata kuliah bahasa Indonesia kita akan menemui materi untuk memahami pentingnya teknik Enhanced Spelling and Spelling (EYD) dalam pembuatan karya tulis ilmiah.

Kita harus bisa menggunakan diksi-diksi yang baik dan kalimat-kalimat yang efektif sesuai jenjang pendidikan, bukan seperti anak SMA dan SMP lagi. Dalam suatu karya ilmiah, penggunaan bahasa memiliki arti yang sangat penting. Bahasa adalah alat komunikasi lingual manusia, baik secara lisan maupun tertulis. Untuk penggunaan bahasa dalam suatu karya ilmiah berarti menitikberatkan suatu bahasa sebagai alat komunikasi berupa tulisan. Karena itu, penggunaan bahasa dalam karya ilmiah sangatlah penting.

Karya ilmiah memiliki pengertian sebuah karya tulis yang berisikan suatu pembahasan mengenai sebuah hal yang ditulis oleh seorang peneliti. karya ilmiah memiliki berbagai jenis seperti artikel jurnal dan laporan penelitian. Semua itu memiliki hakikat yang merupakan hasil dari kegiatan ilmiah. Makalah yang diberikan kepada mahasiswa lebih cenderung kepada hasil kesimpulan dari pemikiran yang ditulis para ahli kemudian mereka ambil poin pentingnya. Praktek penulisan laporan ditugaskan kepada mahasiswa sebagai suatu cara agar mahasiswa memiliki kemampuan dalam mengembangkan ide dan mencurahkan kreativitasnya dalam bentuk tulisan. Selain itu karena alasan di atas, terdapat beberapa hal lain yang membuat bahasa indonesia harus dijadikan mata kuliah di perguruan tinggi. Dengan demikian, sangat penting untuk mengadakan mata kuliah Bahasa Indonesia di setiap perguruan tinggi selain karena bahasa indonesia merupakan bahasa negara kita sendiri dan sebagai bahasa pemersatu dengan cara ini juga kita secara tidak langsung telah melestarikan bahasa kita. siapa lagi yang akan melestarikan bahasa Indonesia ini kalau bukan kita sebagai warga negara itu sendiri.

Diajarkannya mata kuliah Bahasa Indonesia bukan tanpa alasan melainkan karena memiliki fungsi sebagai berikut 1) Menimbulkan sikap setia terhadap bahasa Indonesia, yang nantinya diharapkan dapat mendorong mahasiswa memelihara bahasa Indonesia; 2) Menumbuhkan kebanggan terhadap bahasa Indonesia, yang nantinya diharapkan mampu mendorong mahasiswa mengutamakan bahasanya dan menggunakannya sebagai lambing identitas bangsa; dan 3) Menumbuhkan dan memelihara kesadaran akan adanya norma bahasa Indonesia, yang nantinya diharapkan agar mahasiswa terdorong untuk menggunakan bahasa Indonesia sesuai dengan kaidah dan aturan yang berlaku (Asih, 2016).

Sebagai Guru

Dalam profesi seorang guru pastinya sangat diperlukan pemahaman tentang aspek-aspek dalam menggunakan bahasa Indonesia secara baik dan benar, sehingga nantinya saat melakukan pembelajaran dan berinteraksi dengan para siswa materi yang kita sampaikan dapat mudah dimengerti oleh para siswa. Namun dalam pengimplementasiannya justru terkadang kurang adanya kesadaran seorang guru untuk menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar waktu pembelajaran.

Tidak jarang juga para guru saat melakukan pembelajaran justru menggunakan bahasa daerah disekitar lingkungan sekolah tersebut. Terkadang mereka beralasan menggunakan bahasa daerah karena memang sudah terbiasa dan agar bisa lebih dekat dengan para siswa.

Meskipun kalau dilihat dari sisi keefektifan pembelajaran semua siswa paham apa yang dijelaskan oleh guru itu tidak ada masalah. Namun hal tersebut bisa menjadi kebiasaan yang kurang baik sebab saat penggunaan bahasa daerah secara terus-menerus dapat menyebabkan keasingan dari bahasa Indonesia sendiri yang semestinya menjadi bahasa nasional dan persatuan dari bangsa kita. Maka dari itu sebagai guru kita sebaiknya melakukan pengimplementasian bahasa Indonesia yang baik dan benar dalam pembelajaran agar bahasa Indonesia ini bisa terus terjamin keberadaannya dalam lingkup masyarakat, tentunya juga agar tidak tergerus oleh bahasa asing lainnya di era kemajuan iptek yang sangat pesat ini. Meskipun disamping juga kita harus melestarikan bahasa daerah kita. Untuk itu sebagai guru harus bisa membiasakan para siswa untuk menggunakan bahasa Indonesia yang baik dalam hal komunikasi maupun yang lainnya.

Sebenarnya ketika seorang menggunakan bahasa daerah tidak dilarang namun sebaiknya seorang guru harus tahu porsi penggunakan bahasa daerah untuk berkomunikasi dalam pembelajaran dan dengan manfaat lain yang didapat oleh para siswa dalam penggunaan bahasa Indonesia yang baik yaitu mampu melatih siswa untuk berkomunikasi secara baik serta sopan kepada orang lain dan nantinya hal tersebut akan sangat berguna saat siswa tersebut melanjutkan pendidikan ke jenjang perkuliahan serta juga dalam dunia kerja nantinya ataupun juga dalam hal bersosialisasi kepada orang lain.

Karena hal itulah mengapa para guru diwajibkan menggunakan bahasa Indonesia yang baik. Meskipun kita bukan seorang guru alangkah baiknya kita sebagai orang-orang yang lebih dewasa sekiranya bisa mengajarkan kepada anak-anak untuk menggunakan bahasa Indonesia yang baik saat berkomunikasi.

Jika bukan kita yang menjaga bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan kita agar tetap terus terjaga eksistensinya diranah masyarakat maupun lainnya lalu siapa lagi. Apakah hanya alasan tersebut seorang guru harus paham serta menerapkan penggunaan bahasa Indonesia yang baik pada pembelajaran? Kenapa guru selain guru pendidikan bahasa Indonesia juga harus paham serta menerapkan hal tersebut? Merujuk pada pertanyaan pertama jawabannya adalah tidak hanya itu alasannya. Alasan lainya dari seorang guru harus paham akan penggunaan bahasa Indonesia yang baik adalah seorang guru akan menjadi contoh ataupun cerminan bagi siswa untuk berperilaku baik dan sopan kepada siapapun dilingkungannya. Alasan tersebut menjadi penting sebab masih banyak daerah-daerah di Indonesia yang siswa-siswinya tidak pandai berkomunikasi dengan menggunakan bahasa Indonesia yang baik maka dari itu seorang guru harus mempunyai pemahaman akan penggunaan bahasa Indonesia yang baik dalam berkomunikasi. Namun agar hal tersebut terealisasi dengan baik harus diimbangi dengan pengetahuan guru akan bahasa Indonesia yang baik. Maka dari itu sebagai seorang guru wajib mempelajari sedari saat masih di bangku perkuliahan agar nantinya mampu mengimplementasikan penggunaan bahasa Indonesia yang baik saat masuk ke dunia pendidikan.

Dan untuk jawaban dari pertanyaan kedua yaitu mengapa tidak guru pendidikan bahasa Indonesia saja, meskipun siswa sudah mendapatkan pelajaran bahasa Indonesia lewat guru pendidikan bahasa Indonesia itu saja tidak cukup sebab waktu yang didapat dalam pelajaran bahasa Indonesia sangat terbatas sedangkan para siswa membutuhkan waktu yang lebih banyak dalam pengimplementasian bahasa Indonesia saat berkomunikasi.

Alasan-alasan yang sudah tertera di atas sekiranya sudah cukup bagi seorang guru untuk mempunyai pemahaman akan pentingnya penggunaan bahasa Indonesia yang baik dalam berkomunikasi saat kegiatan pembelajaran maupun di luar pembelajaran. Dan dengan alasan tersebut mampu memotivasi para calon guru untuk bisa lebih serius dalam menempuh pendidikan agar nantinya saat menjadi seorang guru mempunyai pemahaman akan komunikasi menggunakan bahasa Indonesia yang baik meskipun hal tersebut adalah tuntutan saat di dunia kerja ataupun motivasi dari diri sendiri dari seorang guru.


 

Dampak Positif dan Negatif dalam Penggunaan Bahasa yang Baik dan Benar

Dampak Positif

Penggunaan bahasa yang baik dan benar memiliki sejumlah dampak positif yang sangat penting dalam berbagai aspek kehidupan. Berikut adalah beberapa dampak positif dari penggunaan bahasa yang baik dan benar:

1.      Komunikasi yang Efektif: Penggunaan bahasa yang baik dan benar memungkinkan individu untuk berkomunikasi dengan lebih efektif. Ini melibatkan kemampuan untuk menyampaikan ide, pikiran, dan informasi dengan jelas dan tepat, sehingga pesan dapat dipahami dengan benar oleh pihak lain.

2.      Membangun Hubungan yang Baik: Bahasa yang baik dan benar membantu dalam membangun hubungan yang positif dengan orang lain. Ketika kita berbicara atau menulis dengan baik, kita dapat lebih mudah dipahami dan dihormati oleh orang lain. Ini dapat mengurangi kesalahpahaman dan konflik dalam komunikasi interpersonal.

3.      Peningkatan Karier: Kemampuan berkomunikasi dengan baik adalah aset berharga di dunia kerja. Orang yang mampu menggunakan bahasa dengan baik dan benar memiliki kesempatan yang lebih baik untuk mendapatkan pekerjaan, memajukan karier, dan berkomunikasi efektif di lingkungan kerja.

4.      Peningkatan Kemampuan Belajar: Bahasa yang baik dan benar memungkinkan seseorang untuk belajar dengan lebih efektif. Ini mencakup kemampuan untuk membaca, memahami, dan merespons informasi yang disajikan dalam buku, artikel, materi pelajaran, dan lainnya.

5.      Meningkatkan Kepercayaan Diri: Kemampuan untuk menggunakan bahasa dengan baik dan benar dapat meningkatkan kepercayaan diri individu dalam berbicara di depan umum, berpartisipasi dalam diskusi, dan menyampaikan pendapat mereka. Ini penting dalam pengembangan kepribadian dan keberanian berbicara.

6.      Meningkatkan Kemampuan Analitis dan Pemecahan Masalah: Penggunaan bahasa yang baik dan benar melibatkan berpikir kritis dan analitis. Ini membantu individu dalam merumuskan argumen, menganalisis masalah, dan mengidentifikasi solusi yang efektif.

7.      Pengaruh Positif dalam Penelitian dan Ilmu Pengetahuan: Dalam bidang penelitian dan ilmu pengetahuan, penggunaan bahasa yang baik dan benar sangat penting. Kebenaran ilmiah harus disampaikan dengan tepat dan jelas untuk mendukung perkembangan pengetahuan.

8.      Menghormati Kebudayaan dan Nilai-nilai: Bahasa yang baik dan benar dapat membantu individu menghormati budaya dan nilai-nilai orang lain. Ini melibatkan penggunaan bahasa yang sensitif terhadap perbedaan budaya dan sosial.

9.      Peningkatan Literasi: Bahasa yang baik dan benar mempromosikan literasi dan pemahaman membaca. Ini membantu meningkatkan tingkat literasi dalam masyarakat, yang memiliki dampak positif pada pendidikan dan perkembangan individu.

Penggunaan bahasa yang baik dan benar adalah keterampilan yang sangat berharga dalam berbagai aspek kehidupan. Dengan berkomunikasi secara efektif, individu dapat mencapai lebih banyak tujuan, membangun hubungan yang kuat, dan memberikan kontribusi positif pada masyarakat dan dunia sekitarnya.


Dampak Negatif

Meskipun penggunaan bahasa yang baik dan benar memiliki banyak dampak positif, terdapat pula dampak negatif yang perlu diperhatikan. Berikut adalah beberapa dampak negatif pentingnya penggunaan bahasa yang baik dan benar:

1.      Eksklusi Sosial: Orang yang tidak mampu menggunakan bahasa dengan baik dan benar dapat merasa terpinggirkan atau diabaikan dalam lingkungan sosial atau profesional. Hal ini dapat menciptakan ketidaksetaraan sosial dan ekonomi.

2.      Hambatan Komunikasi: Terlalu memperhatikan aspek tata bahasa dan kesalahan linguistik saat berbicara atau menulis bisa membuat komunikasi menjadi terhambat. Fokus berlebihan pada kesalahan bahasa bisa menghambat aliran ide dan informasi yang ingin disampaikan.

3.      Menimbulkan Perasaan Tidak Percaya Diri: Beberapa orang mungkin merasa kurang percaya diri dalam berbicara atau menulis jika mereka terlalu khawatir tentang kesalahan bahasa. Hal ini bisa membuat mereka enggan untuk berpartisipasi dalam percakapan atau berbagi pendapat.

4.      Kesulitan dalam Pembelajaran: Terlalu banyak penekanan pada kesalahan bahasa bisa membuat beberapa individu merasa stres saat belajar bahasa baru. Hal ini dapat menjadi hambatan dalam pembelajaran dan menghambat perkembangan kemampuan berbahasa.

5.      Diskriminasi Bahasa: Di beberapa situasi, individu yang berbicara dengan aksen atau dialek tertentu dapat mengalami diskriminasi atau prasangka. Ini bisa mengarah pada ketidaksetaraan dalam masyarakat.

6.      Kebodohan dan Ketidakpekaan terhadap Isu-isu Budaya: Terlalu banyak penekanan pada norma-norma bahasa yang "benar" kadang-kadang dapat mengabaikan variasi bahasa dan budaya. Hal ini bisa menyebabkan ketidakpekaan terhadap isu-isu budaya dan bahasa yang penting.

7.      Kesenjangan Pendidikan: Orang yang mengalami kesulitan dalam menguasai bahasa dengan benar, terutama dalam konteks pendidikan, mungkin mengalami kesenjangan dalam akses ke kesempatan pendidikan dan pekerjaan.

8.      Stigma Bahasa: Penekanan berlebihan pada kesalahan bahasa dalam masyarakat dapat menciptakan stigma terhadap individu yang dianggap "tidak mampu berbicara dengan baik." Ini bisa mengakibatkan prasangka dan merendahkan harga diri individu tersebut.

9.      Kegagalan dalam Merespons Perubahan Bahasa: Terlalu keras menegakkan aturan bahasa tertentu bisa membuat individu dan masyarakat kesulitan dalam merespons perubahan dalam bahasa yang muncul seiring waktu. Bahasa selalu berkembang, dan terlalu keras mempertahankan norma-norma bahasa tertentu dapat menjadi penghambat dalam memahami bahasa yang berkembang.

Meskipun penting untuk menghargai dan mempromosikan penggunaan bahasa yang baik dan benar, kita juga perlu memperhatikan dampak negatifnya dan memastikan bahwa norma bahasa tidak digunakan untuk mendiskriminasi atau mengabaikan variasi bahasa dan budaya yang beragam.


 

Pendapat Penulis Terkait Guru Adalah Agen Penggerak Perubahan


 

 


Menurut pendapat saya, guru adalah agen penggerak perubahan yang memiliki peran penting dalam mengubah dan membentuk masyarakat serta generasi muda. Mereka tidak hanya berfungsi sebagai pendidik dalam aspek akademis, tetapi juga memiliki dampak besar dalam membentuk karakter, nilai-nilai, dan pandangan dunia siswa-siswa mereka.  Berikut alasan mengapa guru dianggap sebagai agen penggerak perubahan:

1.      Pendidik: Guru adalah orang yang membantu siswa mendapatkan pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan untuk menjadi anggota masyarakat yang kompeten.

2.      Pembentuk Karakter: Selain mengajarkan materi pelajaran, guru juga berperan dalam membentuk karakter siswa.

3.      Penggerak Perubahan Sosial: Guru memiliki peran penting dalam memperkenalkan gagasan dan konsep yang dapat merangsang perubahan sosial

4.      Mendorong Kreativitas: Guru yang mendukung dan mendorong kreativitas dan inovasi dapat membantu siswa mengembangkan kemampuan berpikir kritis, pemecahan masalah, dan berkontribusi pada perubahan positif di masyarakat.

5.      Membangun Pemahaman Multikultural: Guru memiliki kesempatan untuk mengajarkan toleransi, penghargaan terhadap keragaman budaya, dan pemahaman yang lebih baik tentang berbagai kelompok sosial.

Guru memiliki peran yang sangat berpengaruh dalam membentuk individu, kelompok, dan masyarakat secara keseluruhan. Mereka adalah tulang punggung dalam perjalanan pembelajaran dan perubahan yang berkelanjutan, dan peran mereka sebagai agen penggerak perubahan sangat penting dalam memajukan masyarakat dan menciptakan masa depan yang lebih baik.


 

Pendapat Penulis Terkait Pentingnya Pemilihan Model atau Teknik dan Metode yang Tepat Dalam Pembelajaran (Membaca, Menulis, Menyimak, dan Berbicara di kelas rendah)

Pemilihan model atau teknik serta metode yang tepat dalam pembelajaran membaca, menulis, menyimak, dan berbicara di kelas rendah sangat penting untuk mencapai hasil belajar yang maksimal. Berikut adalah beberapa alasan mengapa pemilihan yang tepat sangat penting:

1.      Kesesuaian dengan Perkembangan Anak: Anak-anak di kelas rendah mengalami perkembangan yang cepat, baik dalam hal kognitif, emosional, maupun fisik. Model, teknik, dan metode pengajaran harus disesuaikan dengan tahap perkembangan mereka untuk memaksimalkan pemahaman dan partisipasi mereka dalam proses belajar.

2.      Meningkatkan Keterlibatan: Model dan metode pengajaran yang menarik dan interaktif akan meningkatkan keterlibatan siswa. Dengan memilih model yang sesuai dengan minat dan kebutuhan siswa, guru dapat menciptakan lingkungan pembelajaran yang dinamis dan memotivasi.

3.      Pemahaman yang Mendalam: Pemilihan teknik dan metode yang efektif dapat membantu siswa memahami materi lebih mendalam. Model-model pembelajaran yang mempromosikan pemecahan masalah, analisis, dan pemahaman konsep akan membantu siswa mengembangkan pemahaman yang kokoh.

4.      Pengembangan Keterampilan Berbahasa: Dalam membaca, menulis, menyimak, dan berbicara, penggunaan teknik dan metode yang sesuai dapat membantu siswa mengembangkan keterampilan bahasa mereka dengan baik. Guru perlu memastikan bahwa model pembelajaran mendukung pengembangan kemampuan berbahasa secara menyeluruh.

5.      Individualisasi Pembelajaran: Pemilihan model dan metode yang sesuai juga memungkinkan individualisasi pembelajaran. Setiap siswa memiliki gaya belajar yang berbeda, dan guru yang memahami ini dapat menyesuaikan pendekatan pembelajaran untuk memenuhi kebutuhan masing-masing siswa.

6.      Meningkatkan Kreativitas: Model dan metode yang mendorong kreativitas akan membantu siswa dalam mengekspresikan diri mereka dengan lebih baik dalam hal menulis, berbicara, dan menyimak. Ini juga membantu dalam pengembangan imajinasi mereka.

7.      Peningkatan Keterampilan Berpikir: Pemilihan model pembelajaran yang mempromosikan berpikir kritis, analitis, dan pemecahan masalah membantu siswa dalam mengembangkan keterampilan berpikir yang kuat, yang sangat bermanfaat dalam semua aspek kehidupan.

8.      Meningkatkan Retensi Informasi: Dengan memilih metode dan teknik yang mendukung retensi informasi, guru dapat membantu siswa untuk mengingat dan menerapkan apa yang telah mereka pelajari dalam jangka panjang.

9.      Kepuasan Siswa: Model dan metode yang menarik dan efektif dapat meningkatkan kepuasan siswa terhadap proses pembelajaran. Siswa yang merasa terlibat dan berhasil dalam pembelajaran akan lebih mungkin untuk mencintai belajar dan menjadi lebih mandiri.

10.  Peningkatan Kemampuan Berkomunikasi: Dalam pembelajaran bahasa seperti berbicara, pemilihan model yang mendukung komunikasi efektif akan membantu siswa dalam mengembangkan kemampuan berbicara dengan baik, yang merupakan keterampilan penting dalam kehidupan sehari-hari.

Pemilihan model, teknik, dan metode pembelajaran yang tepat dalam pembelajaran membaca, menulis, menyimak, dan berbicara di kelas rendah adalah kunci untuk menciptakan pengalaman pembelajaran yang positif dan produktif bagi siswa. Dengan pendekatan yang sesuai, guru dapat membantu siswa mengembangkan keterampilan bahasa yang kuat, meningkatkan pemahaman mereka, dan mendorong minat mereka dalam belajar.

Pentingnya Pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia Untuk Tingkat Sekolah Dasar

Pentingnya pembelajaran sastra di sekolah karena ada berbagai alasan, yaitu karya sastra menjembatani suatu hubungan realita dan fiksi. Hal ini mendukung kecenderungan manusia yang menyukai realita dan fiksi. “Sebagai upaya meningkatkan mutu apresiasi sastra dan gemar membaca, setiap siswa pada jenjang SMU diwajibkan membaca lima belas buku sastra (puisi, cerpen, novel, drama, dan esai) selama tiga tahun”.

Demikian tercantum dalam Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK), pada Standar Kompetensi Mata Pelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia (2003). Bagi guru, tentu jumlah lima belas judul buku sastra itu hendaknya dipahami sebagai target minimal yang harus dicapai. Munculnya ketentuan ini tentu berkaitan dengan rendahnya mutu apresiasi sastra para lulusan, khususnya jenjang SMA pada kurikulum sebelumnya dan sekarang KTSP.

Melihat keadaan tersebut, tidak mustahil sampai sekarang banyak kalangan mengeluhkan mutu pelajaran sastra—belum mencapai hasil yang memuaskan. Selain itu, pelajaran sastra masih dirasakan sebagai beban oleh siswa. Guru di hadapkan dengan berbagai masalah, misalnya menyelesaikan target kurikulum, administrasi persiapan mengajar, dan model soal ujian.

Kompetensi dasar dalam KBK adalah sekumpulan kemampuan dasar minimal yang perlu dikuasai siswa setelah menyelesaikan serangkaian pembelajaran sesuai dengan mata pelajaran dan jenjang yang disusun secara teratur dan bermakna. “Kompetensi dasar minimal” inilah yang diupayakan guru secara maksimum melalui pembelajaran bagi siswanya.



Email        : lamnuranda12@gmail.com

Instagram            : lamnur_andyn03

Komentar

  1. Bagus dan sangat menambah wawasan👍

    BalasHapus
  2. MANTAP LAM, MATERI SANGAT MUDAH DIFAHAMI 🔥

    BalasHapus
  3. Materi yang dipaparkan sangat bagus besti

    BalasHapus
  4. Pembahasan mudah dipahami dan sangat ringkas

    BalasHapus
  5. Terinci bgt materinya, sangat memuaskan:)

    BalasHapus
  6. Mantap.semngat terus.pembahasan ringkas dan mudah di pahami.

    BalasHapus
  7. Bagus dan rapi materinya... semoga bermanfaatt

    BalasHapus
  8. Thank you referensi nya sangat mudah di pahami dan sangat bagus, semoga bisa menambah wawasan bagi kita semua👍

    BalasHapus
  9. materinya cukup jelas, terimakasih referensinya

    BalasHapus
  10. Materinya bagus, semoga bisa selalu menjadi referensi dalam belajar....

    BalasHapus
  11. Mantap, terimakasih referensinya sangat mudah dipahami👍🏻

    BalasHapus
  12. Keren, materinya disertai dengan gambar sehingga sangat menarik ketika dibaca🫰

    BalasHapus
  13. mantap, materinya bagus dan mudah dipahami

    BalasHapus
  14. Terimakasih atas materinya sangat mudah dipahami

    BalasHapus
  15. Mantap materinya sangat mudah dan dipahami🔥

    BalasHapus
  16. Wahh mntapp,,Semangat teruss kakak dalam men-share pengetahuannya ini sangat bermanfaat bagi kami para pembaca

    BalasHapus
  17. good job kak semangat trs materi yg disampaikan rapi bagus dan mudah untuk dibaca

    BalasHapus
  18. materinya sangat bagus dan mudah dipahami

    BalasHapus
  19. Waah ini materinya bisa jadi pelajaran nih buat mahasiswa agar lebih baik dalam berbicara nya trimakasih kak 👍

    BalasHapus
  20. Materi dan penjelasannya sangat mengedukasi kak, semangat berkaryaa..

    BalasHapus
  21. MasyaaAllah, terimakasih untuk ilmunya kak... Alhamdulillah mudah dipahami

    BalasHapus

Posting Komentar